AUDIT SIKLUS PENJUALAN DAN PENAGIHAN: PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TRANSAKSI

AUDIT SIKLUS PENJUALAN DAN PENAGIHAN: PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TRANSAKSI

A. Akun-akun dan Pengelompokan Transaksi pada Siklus Penjualan dan Penagihan
Tujuan dari audit siklus penjualan dan penagihan adalah untuk mengevaluasi saldo akun yang dipengaruhi oleh siklus disajikan secara wajar berdasarkan standar akuntansi. Figure14-1 menunjukkan akun-akun yang termasuk dalam siklus penjualan dan penagihan menggunakan T accounts (asumsi dalam perusahaan dagang). Lagi

Iklan

Pelayanan Publik Ditinjau Dari Sisi Etika Profesi

PELAYANAN PUBLIK DITINJAU DARI SISI ETIKA PROFESI

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

F.X.Riza Febri Kurniawan

3B/17

08360015071

 

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

(STAN)

JURANGMANGU 2011

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa dan ucapan terima kasih bagi semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah saya yang berjudul “ Pelayanan Publik Ditinjau Dari Sisi Etika Profesi” ini. Lagi

Indonesia Tampil Menyerang

Menghadapi final leg pertama AFF 2010 Idi Malaysia, Indonesia siap menyerang pertahanan Malaysia.Hal ini sedikit banyak disebabkan produktivitas gol Merah Putih yang tinggi dan bertahan bukan karakter timnas kita.Apalagi pertahanan kita masih belum begitu tangguh terutama seringnya miskomunikasi antara bek dan penjaga gawang.Hal ini sangat riska apabila Indonesia tampil bertahan di Bukit Jalil.

Berita Selengkapnya

Hanya Empat di Final Super Series

Empat pemain tersebut adalahTaufik Hidayat,Markis Kido/Hendra Setiawan,Meliana Jauhari/Gresya Polii, dan Hendra Gunawan/Vita Marissa.Dan dari keempat pemain tersebut hanya satu yang berasal dari Pelatnas Cipayung yaitu Meliana Jauhari/Gresya Polii. Cukup miris mengingat tahun lalu cukup banyak jatah untuk pemain Indonesia. Hal ini disebabkan dari 12 Super Series yang terjadi selama tahun 2010 ini hanya 1 gelar yang mampu diboyong oleh Pelatnas Cipayung melalui Sony Dwi Kuncoro di .Dan tragisnya Sony sebagai satu-satunya peraih gelar Super Series juga gagal menembus Final Super Series karena berada di luar 8 besar peraih poin terbanyak Super Series selama periode 2010. Sony terlalu sering kalah di babak awal dan senantiasa berkutat dengan cedera yang memaksanya absen dalam beberapa Super Series. Ini alarm bahaya bagi PBSI sebagai induk olahraga bulutangkis Indonesia karena Indonesia kini bak macan yang kehilangan taringnya.Wacana perekrutan pelatih asing mungkin perlu dicoba agar terjadi transfer ilmu kepada pelatih lokal maupun melatih kedisiplinan para pemainnya.

Menunggu Firman dan Bachdim

Malam nanti adalah malam yang menegangkan bagi seluruh rakyat Indonesia  khususnya para punggawa Merah Putih. Sebab, malam nanti akan menjadi malam penentuan siapa yang berhak menghadapi Malaysia di Final AFF 2010.Indonesia atau Filipina.Meski unggul 1-0 pada laga “away” 16 Desember lalu, tidak lantas membuat Indonesia melenggang mudah ke partai puncak.Peluang kedua tim tetap sama karena kemenangan Filipina dengan selisih 1 gol(2-1,3-2,dst) kecuali 1-0 atas Indonesia bakal membawa The Azkals(julukan Filipina)bertemu Malaysia.Apalagi berkaca pada laga pertama di mana serangan Indonesia seringkali gagal menembus barikade pertahanan Filipina. Sebaliknya, serangan balik Filipina cukup merepotkan Maman Abdurahman dkk. Bahkan, sebuah blunder Markus yang maju menyongsong bola dan menabrak Maman nyaris membuat Filipina menyamakan kedudukan sebelum diselamatkan Zulkifli Syukur dengan sundulan keluar di garis gawang Indonesia.Jadi, Timnas harus tetap hati-hati karena Filipina mungkin menyerang frontal untuk mengejar defisit gol.

Kabar yang mengejutkan adalah belum fitnya kondisi kapten sekaligus inspirator tim Firman Utina dan idola baru Irfan Bachdim. Jelas hal ini mengejutkan mengingat keduanya hampir selalu menjadi starter di setiap laga Indonesia.Menurut kabar yang berembus bahwa keduanya ditunggu 30 jam apakah bisa bermain atau tidak.Fisioterapis Indonesia sedang berjuang sekuat tenaga agar mereka dapat pulih sebelum Alfred Riedl mengumumkan nama-nama pemain yang akan diturunkan.Kalau kemungkinan terburuk yang terjadi maka posisi Firman akan digantikan oleh Eka Ramdani sedangkan Bachdim akan digantikan striker Bambang Pamungkas.Tentu kita tidak berharap demikian mengingat Filipina dengan kekuatan 9 pemain naturalisasinya harus dihadapi Garuda dengan skuad yang komplet.

Menilik laga semifinal pertama yang lalu ada beberapa catatan yang mesti diperhatikan oleh punggawa Timnas Indonesia.Diantaranya adalah ketergantungan terhadap seorang Firman harus diminimalisir.Indonesia harus mencari alternatif serangan lain sehingga macetnya pasokan bola ke Gonzales dan Bachdim karena pressing ketat Filipina terhadap Firman tidak terjadi kembali di laga kedua.Kedua adalah komunikasi di lini belakang antara kiper dan bek harus berjalan efektif sehingga kesalahpahaman dalam mengantisipasi crossing lawan dapat diatasi.Ketiga adalah variasi serangan dari sayap harus dioptimalkan dengan cara bergantian antara gelandang dan bek dalam mensuplai bola ke duo striker sehingga membuat konsentrasi lawan terpecah.Keempat, para striker yang diturunkan harus lebih galak di depan gawang lawan sehingga tidak membuang satupun peluang gol dengan percuma. Terakhir, kedisiplinan dalam menyerang dan bertahan harus dilakukan agar saat bertahan para pemain memberikan pressing ketat terhadap lawan dan saat tiba giliran transformasi dari bertahan dan menyerang juga harus cepat dilakukan sehingga dapat merepotkan lawan.

Akhirnya, kita hanya dapat berharap agar punggawa Merah Putih mampu menjadi pelepas dahaga keringnya prestasi Indonesia di kancah internasional pada tahun 2010 ini dimana dunia olahraga Indonesia sedang berada di titik nadir.Selamat berjuang putra-putra terbaik Indonesia.Doa kami selalu menyertaimu.Berkibarlah Indonesia!

 

Euforia Timnas Indonesia

Kita mungkin tengah menikmati euforia kegemilangan Indonesia di ajang AFF Cup 2010.Indonesia yang bergabung di grup neraka bersama juara 3 kali Thailan, Malaysia,dan Laos harus berjuang merebut satu dari dua tiket ke semifinal.Awalnya banyak yang beranggapan bahwa Thailand akan menjadi juara grup sedangkan Indonesia dan Malaysia berebut tiket ke semifinal.Adapun laos hanya akan menjadi tim penggembira.Namun, kejutan terjadi di awal penyisihan grup.Saat itu favorit juara Thailand ditahan Laos 0-0.Ini seolah menjadi peringatan bahwa tidak ada lagi tim bawang di Asean.Meski kalah telak di partai kedua melawan Indonesia namun mereka masih berpeluang lolos andai mengalahkan Malaysia dan Thailand gagal menang lawan Indonesia.Namun,ternyata Laos kalah telak danIndonesia sukses mempecundangi Thailand.Indonesia sebenarnya sudah memastikan diri lolos bahkan sebagai juara “grup neraka” sebelum bertemu Thailand.Bahkan,Riedl menurunkan beberapa pemain lapis dua lawan Thailand dan nyatanya masih mampu menang.Semoga ini bukan euforia sesaat dan Indonesia tetap mampu mengalahkan tim kejutan Filipina dan berikutnya mengalahkan pemenang antara Vietnam dan Malaysia di final sehingga menajdi juara AFF Cup untuk pertama kalinya. Amin.Menurut sya hal ini tidak lepas dari kontribusi duo naturalisasi Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim di lini depan.Sebab,selama beberapa tahun terakhir lini depan indonesia hanya  bertumpu pada seorang Bambang Pamungkas yang di partai terkhir lawan Thailand memborong dua gol penalti kemenangan Indonesia.Bahkan, PSSi berencana menaturalisasi 5 pemain lagi untuk lebih memperkuat Timnas.Mudah-mudahan hal ini tidak membunuh bakat-bakat lokal yang terasah baik melaui ISL atau kompetisi regionl lainnya.

Keistimewaan DIY Terancam

Ketika batik,tari pendet, atau budaya asli Indonesia lainnya diklaim negara tetangga, kita mencak-mencak demo menghujat negara tetangga tersebut.Sekarang pemerintah malah mengirim RUU tentang PILGUB DIY yang dipilih langsung. Padahal, kita tahu hal tersebut adalah kekhasan negara kita di mana di suatu negara demokrasi ada kerajaan lain yang berdiri dengan otonomi khusus namun tetap tunduk pada pemerintahan yang berdaulat.Menurut saya konsep demokrasi tidak boleh diterjemahkan mentah-mentah.Demokrasi adalah kehendak rakyat dan rakyat Jogjakarta menginginkan penetapan Sri Sultan HB X dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.Seharusnya pemerintah mengakomodasi kepentingan ini dan tidak memaksakan kehendaknya.Keistimewaan DIY adalah budaya yang harus kita lestarikan.Kalau bukan kita siapa lagi?

Previous Older Entries